Langsung ke konten utama

Rencana Indah-Nya

Sebuah keluarga tinggal di tepi kota, jauh dari pusat keramaian. Keluarga ini memiliki seorang anak lelaki, dan kedua orangtuanya mempunyai penghasilan yang kecil.

Suatu hari, sang anak meminta sepotong kue kepada kedua orangtuanya,"Aku ingin sepotong kue. Aku mohon Ayah, Ibu. Hanya sekali dalam seumur hidupku." Tetapi kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala mereka, dan sang anak pergi berlalu.

Hari berikutnya, anak kecil ini kembali kepada orangtuanya dan meminta hal yang sama. "Apakah kali ini aku boleh mendapatkannya? Hanya sepotong kecil saja.". Dan kedua orangtuanya merespon dengan cara yang sama. Menggelengkan kepala mereka..

Anak ini sedih dan berpikir bahwa kedua orangtuanya sudah tidak menyayanginya lagi. Sampai beberapa hari kemudian, ia memutuskan untuk bertanya,"Ayah, Ibu. Apakah kalian berdua menyayangiku? Kalau begitu, mengapa aku tidak  boleh mendapatkan kue tersebut?". Kedua orangtuanya terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Anak itu menangis, dan pergi meninggalkan rumah.

Ia berlari ditengah hujan, menerobos malam yang dingin. Ditengah jalan, ia bertemu dengan seorang penjual makanan keliling. Karena melihat anak tersebut kelaparan dan terduduk dibawah pohon, ia menghampiri anak tersebut dan memberinya sedikit dari makanan yang ia miliki.

"Pak, engkau sungguh baik terhadapku. Orangtuaku saja, tidak menyayangiku seperti yang engkau lakukan. Mereka tidak dapat memberikanku kebahagiaan.". Penjual makanan itu hanya tersenyum dan berkata,"Engkau menyebutku baik, karena sedikit makanan ini, dan menyebut orangtuamu jahat, karena tidak memberikanmu kebahagiaan? Engkau mengucapkan terimakasih kepadaku. Apakah kau pernah mengucapkan terimakasih kepada orangtuamu atas segala makanan yang mereka berikan kepadamu? Mereka merawat dan membesarkanmu, mengijinkanmu tinggal di rumah mereka. Mereka tidak pernah lelah merawatmu walau mungkin terkadang engkau melawan mereka. Pernahkah kau bersyukur dan berterimakasih pada mereka?".

Anak ini termenung dan menangis. Ia berlari pulang kerumahnya. Sesampainya didepan pintu rumahnya, ibunya sedang menunggu kedatangannya. "Masuklah, Nak".

Ia terkejut karena melihat sebuah kue ulang tahun besar di meja makan. "Maafkan Ayah dan Ibu nak, karena tidak membelikanmu sepotong kue. Kami takut uang yang kami miliki tidak cukup untuk membelikanmu ini". Anak ini menangis, memeluk kedua orangtuanya dan meminta maaf kepada mereka.

Makna..
Sadarkah kita bahwa sebenarnya kita sering melakukan hal yang sama seperti anak itu? Kita sering berdoa, menuntut sesuatu kepada Tuhan, dan Ia seringkali "tidak" mengabulkannya. Tapi sebenarnya, Tuhan punya rencana yang lebih indah dari permohonan yang kita panjatkan. Seringkali kita kecewa dan meninggalkan Tuhan karena permintaan kita tidak terkabul. Dan Roh Kudus bekerja pada kita, layaknya seperti si penjual makanan. Ia menuntun dan membimbing kita agar kembali dalam pangkuan Tuhan.

Percayalah dan syukuri apapun di dunia ini, karena Tuhan pasti punya rencana yang terbaik untuk kita!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih Aloysius, Terimakasih Angkatan 2016

Untuk Kita Semua, Angkatan 2016 VIDEO ANGKATAN 2016: MPLS DAN MPS MPLS 2013-2014 MPS 2016              Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih. Hanya itu yang bisa saya berikan untuk sekolah Aloysius, terutama para guru dan teman-teman semuanya. Karena saya sudah menjadi bagian dari sekolah ini... selama 14 tahun. Bukan waktu yang singkat memang, ada banyak hal-hal dan kenangan baik maupun buruk yang saya dapatkan selama bersekolah disini. Tetapi jika diambil maknanya, semua ini semata-mata merupakan proses pembentukan saya, dari seseorang yang bukan siapa – siapa dan tidak tahu apapun menjadi seseorang yang lebih baik. Saya ingin berterimakasih pertama – tama untuk guru – guru ( TK sampai SMA, mungkin terlalu banyak jika harus disebutkan ), yang telah memberikan banyak hal dan pelajaran baik pendidikan akademis ataupun moral yang memang, telah mengubah karakter saya ataupun teman – teman semua. Terkadang, jasa para guru yang luar bias...

Melawan Lupa

Mazmur 77:12-21; 103:2 Terdapat dua penyakit lupa pada manusia,  yaitu amnesia  (gangguan memori) dan demensia (disertai gangguan kognitif, mengurangi kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. Demensia sendiri dibagi menjadi dua yaitu alzheimer dan demensia vaskuler. Itu hanyalah beberapa contoh penjelasan singkat mengenai penyakit lupa yang menimpa manusia. Sebenarnya lupa tidak hanya menyerang orang lanjut usia dan berbentuk penyakit, tapi bisa terjadi pada orang biasa seperti: lupa main game (terus-menerus dan lupa waktu), lupa utang, lupa istri, lupa suami, lupa anak, dan lainnya. Lupa adalah penyakit serius , tetapi ada juga yang memiliki dampak positif seperti: lupa disakiti, dan lupa akan kesalahan orang lain; walaupun lebih banyak yang memiliki dampak negatifnya. Ada satu penyakit lupa yang berbahaya dan harus kita hindari, yaitu lupa kepada Tuhan. Lupa akan kasih setiaNya, kebaikanNya, penyertaanNya. Bukan saja berbahaya, tapi penyakit ini bisa berpengaruh pa...

Kesuksesan

Kali ini saya akan menulis suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Lebih santai, dan bertema umum. Saya akan membahas dan meluruskan persepsi kita mengenai kesuksesan. Sebelum membahas kesuksesan itu sendiri, lebih baik kita bertanya pada diri kita sendiri: apa itu kesuksesan? Untuk seorang anak kecil, mungkin kesuksesan dapat mereka artikan seperti berhasil berjalan (untuk bayi menjelang batita mungkin), berhasil mendapat apa yang mereka inginkan dari orangtua, menjadi juara satu dalam lomba menyanyi dan sebagainya. Untuk seorang pelajar, kesuksesan bisa berarti mendapat nilai A atau sempurna secara terus menerus, mendapat predikat siswa terbaik dan memiliki banyak teman. Orangtua menganggap kesuksesan adalah ketika mereka memiliki harta dimana-mana (yang tidak terhitung lagi), punya rumah dan mobil mewah, pekerjaan terpandang, status terhormat, anak yang pintar dan lainnya. Masih banyak lagi definisi kesuksesan dalam masyarakat luas, dan kita semua pasti tahu kesuksesan seperti ...