Ketika kita menemukan 2 lembar uang di tengah jalan. Yang satu bernilai seribu rupiah, sedangkan yang satunya bernilai seratus ribu rupiah. Tapi, uang seratus ribu rupiah tersebut tampak kotor, telah terinjak oleh banyak pejalan kaki yang melintasi tempat itu. Sedangkan uang seribu disebelahnya, tampak bersih dan belum terinjak. Ketika Anda diberi pilihan untuk mengambil salah satu dari keduanya, manakah yang akan Anda ambil? Tentu, hampir semua orang akan memungut dan mengantongi uang seratus ribu yang telah terinjak-injak. Pertanyaannya adalah MENGAPA? Itu adalah sifat dasar manusia.

Mirip dengan sikap Allah terhadap kita, tapi kita memiliki sifat dasar yang berbeda. Ketika Ia dihadapkan pada dua orang manusia. Yang satunya berkedudukan tinggi, terpandang di dunia, seorang yang banyak hartanya, dan tidak pernah tercela sedikitpun. Tetapi ia mengalami kekeringan rohani dan tidak mempunyai iman akan Anak-Nya. Yang seorang lagi, ia seorang miskin, tidak mempunyai apapun dan hidup hanya melalui belas kasihan orang lain. Tetapi orang ini memiliki iman yang sedemikian besar kepada Anak-Nya. Pertanyaannya: Manakah yang akan Allah pilih? Orang kedua.
Ketika kita dihadapkan pada dua lembar uang tadi, kita memilih uang seratus ribu rupiah karena NILAI nya, bukan karena PENAMPILAN nya. Sedangkan uang seribu rupiah yang masih bagus itu, ia tidak mempunyai cukup nilai untuk menyaingi seratus ribu rupiah.
Sama seperti ALLAH. Ia tidak akan memilih orang yang oleh karenanya ia bisa memperoleh kekuasaan, dan barang fana didunia. Tapi Allah akan memilih orang yang imannya kuat. Seperti cerita Lazarus dan orang kaya:

Mirip dengan sikap Allah terhadap kita, tapi kita memiliki sifat dasar yang berbeda. Ketika Ia dihadapkan pada dua orang manusia. Yang satunya berkedudukan tinggi, terpandang di dunia, seorang yang banyak hartanya, dan tidak pernah tercela sedikitpun. Tetapi ia mengalami kekeringan rohani dan tidak mempunyai iman akan Anak-Nya. Yang seorang lagi, ia seorang miskin, tidak mempunyai apapun dan hidup hanya melalui belas kasihan orang lain. Tetapi orang ini memiliki iman yang sedemikian besar kepada Anak-Nya. Pertanyaannya: Manakah yang akan Allah pilih? Orang kedua.
Ketika kita dihadapkan pada dua lembar uang tadi, kita memilih uang seratus ribu rupiah karena NILAI nya, bukan karena PENAMPILAN nya. Sedangkan uang seribu rupiah yang masih bagus itu, ia tidak mempunyai cukup nilai untuk menyaingi seratus ribu rupiah.
Sama seperti ALLAH. Ia tidak akan memilih orang yang oleh karenanya ia bisa memperoleh kekuasaan, dan barang fana didunia. Tapi Allah akan memilih orang yang imannya kuat. Seperti cerita Lazarus dan orang kaya:
Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.Ingatlah selalu akan Tuhan Allahmu, dan patuhilah kehendak-Nya. Sebab engkau akan diselamatkan!
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Komentar
Posting Komentar