Langsung ke konten utama

Jalan Yang Benar

Pada suatu malam berkabut, seorang sopir taksi sedang mengendarai kendaraannya, mencari orang yang hendak memakai jasanya. Dan setelah berputar selama 10 menit di suatu daerah, ia mendapatkan seorang penumpang laki-laki. Pakaiannya rapi, dan sangat kelihatan bahwa beliau adalah orang penting dalam suatu perusahaan.

"Antarkan saya ke tempat ini", kata orang itu sambil menunjukkan secarik kertas pada sopir tersebut. "Tentunya dengan jalan tercepat, karena saya buru-buru". Sopir itu mulai menjalankan taksinya dan mencari jalan tercepat menuju tujuan itu. Satu, dua, tiga belokan ia lewati. Tetapi ketika beberapa belokan setelahnya, sang sopir sadar bahwa ia telah mengambil jalan yang salah. 

Jika ia teruskan melewati jalan itu, ia tidak terlalu hafal dengan arah yang akan ditempuhnya. Sedangkan ia tidak bisa berputar balik karena jalan tersebut hanya satu arah. Melihat sopir tersebut kebingungan, dan ia tahu persis apa yang dipikirkannya, ia menyodorkan peta digital dalam gadgetnya. Dan akhirnya, sopir tersebut dapat mengantarkan orang tersebut ke tempat tujuannya.

Seringkali hidup kita seperti sang sopir yang mengendarai taksinya. Kita hendak mencapai tujuan yang kita impikan, yaitu hidup kekal bersama-Nya. Tapi terkadang dalam perjalanan hidup ini, kita sering mengambil jalan yang salah. Dan kita kebingungan, karena tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh. Apakah seharusnya yang kita lakukan? Berpeganglah pada ALKITAB! Itu adalah satu-satunya penunjuk arah terbaik bagi kita. Bahkan Alkitab lebih daripada sekedar penunjuk jalan. Alkitab dapat memberitahukan kepada kita semua mana yang baik dan mana yang buruk, ia dapat menasihati kita, ia dapat menerangi kita, dan masih banyak lagi!

Mungkin kita akan mengalami hambatan ketika menempuh "jalan baru" yang diberikan oleh Alkitab. Kadang kita tidak mengerti, karena kita diberikan cobaan, penderitaan, dan siksaan kala menghadapi semuanya. Tapi percayalah, bahwa setiap ketidaknyamanan yang kita dapatkan, Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menuju citra-Nya.


Tuhan TIDAK PERNAH mempermasalahkan BERAPA LAMA kita sampai pada "tujuan" kita, tetapi Ia melihat APAKAH KITA SAMPAI pada "tujuan" kita, yaitu HIDUP DIDALAM ROH DAN BERKENAN KEPADA-NYA!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih Aloysius, Terimakasih Angkatan 2016

Untuk Kita Semua, Angkatan 2016 VIDEO ANGKATAN 2016: MPLS DAN MPS MPLS 2013-2014 MPS 2016              Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih. Hanya itu yang bisa saya berikan untuk sekolah Aloysius, terutama para guru dan teman-teman semuanya. Karena saya sudah menjadi bagian dari sekolah ini... selama 14 tahun. Bukan waktu yang singkat memang, ada banyak hal-hal dan kenangan baik maupun buruk yang saya dapatkan selama bersekolah disini. Tetapi jika diambil maknanya, semua ini semata-mata merupakan proses pembentukan saya, dari seseorang yang bukan siapa – siapa dan tidak tahu apapun menjadi seseorang yang lebih baik. Saya ingin berterimakasih pertama – tama untuk guru – guru ( TK sampai SMA, mungkin terlalu banyak jika harus disebutkan ), yang telah memberikan banyak hal dan pelajaran baik pendidikan akademis ataupun moral yang memang, telah mengubah karakter saya ataupun teman – teman semua. Terkadang, jasa para guru yang luar bias...

Melawan Lupa

Mazmur 77:12-21; 103:2 Terdapat dua penyakit lupa pada manusia,  yaitu amnesia  (gangguan memori) dan demensia (disertai gangguan kognitif, mengurangi kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. Demensia sendiri dibagi menjadi dua yaitu alzheimer dan demensia vaskuler. Itu hanyalah beberapa contoh penjelasan singkat mengenai penyakit lupa yang menimpa manusia. Sebenarnya lupa tidak hanya menyerang orang lanjut usia dan berbentuk penyakit, tapi bisa terjadi pada orang biasa seperti: lupa main game (terus-menerus dan lupa waktu), lupa utang, lupa istri, lupa suami, lupa anak, dan lainnya. Lupa adalah penyakit serius , tetapi ada juga yang memiliki dampak positif seperti: lupa disakiti, dan lupa akan kesalahan orang lain; walaupun lebih banyak yang memiliki dampak negatifnya. Ada satu penyakit lupa yang berbahaya dan harus kita hindari, yaitu lupa kepada Tuhan. Lupa akan kasih setiaNya, kebaikanNya, penyertaanNya. Bukan saja berbahaya, tapi penyakit ini bisa berpengaruh pa...

Kesuksesan

Kali ini saya akan menulis suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Lebih santai, dan bertema umum. Saya akan membahas dan meluruskan persepsi kita mengenai kesuksesan. Sebelum membahas kesuksesan itu sendiri, lebih baik kita bertanya pada diri kita sendiri: apa itu kesuksesan? Untuk seorang anak kecil, mungkin kesuksesan dapat mereka artikan seperti berhasil berjalan (untuk bayi menjelang batita mungkin), berhasil mendapat apa yang mereka inginkan dari orangtua, menjadi juara satu dalam lomba menyanyi dan sebagainya. Untuk seorang pelajar, kesuksesan bisa berarti mendapat nilai A atau sempurna secara terus menerus, mendapat predikat siswa terbaik dan memiliki banyak teman. Orangtua menganggap kesuksesan adalah ketika mereka memiliki harta dimana-mana (yang tidak terhitung lagi), punya rumah dan mobil mewah, pekerjaan terpandang, status terhormat, anak yang pintar dan lainnya. Masih banyak lagi definisi kesuksesan dalam masyarakat luas, dan kita semua pasti tahu kesuksesan seperti ...