Langsung ke konten utama

Menyadari Hal Duniawi dan Dosa Kita

Di dunia ini, sekarang ini. Banyak sekali hal dan tantangan yang harus kita hadapi. Hal-hal duniawi cenderung lebih menarik, jauh lebih menarik, ketimbang hal-hal yang berbau rohani. Saat pertanyaan ini kita ajukan pada diri kita masing-masing: Kenapa hal duniawi itu bisa menjadi mayoritas dalam diri kita, ketimbang hal minoritas? Jawabannya pasti cepat sekali kita temukan. Menyenangkan, memuaskan, memberi suatu hasil yang instant dan cepat, dan sebagainya.

Apakah Allah menghendaki semuanya itu? Rasul Paulus pernah berkata, hiduplah didalam Roh, bukan didalam daging. Allah akan menyayangi anak-anak-Nya yang hidup didalam Roh. Banyak sekali buah-buah yang dapat kita petik seperti sukacita, kesabaran, dan sebagainya. Sedangkan jika kita hanya mengikuti nafsu duniawi saja, maka kita akan mendapat kesenangan secara jasmani dan instant, namun Allah tidak menyukai hal itu sama sekali.

Sebenarnya, hal duniawi dan perbuatan dosa itu sering kita lakukan sehari-hari, dan seringkali kita tidak sadari. Allah sangat membenci perbuatan dosa yang ada dalam diri manusia. Apakah menjelekkan dan memaki teman dosanya lebih kecil daripada seorang pembunuh? Jawabannya satu: SAMA SAJA! Allah tidak pernah mentoleransi setiap dosa yang kita perbuat. Bagi kita, sedikitpun dosa kita itu adalah kenajisan bagi-Nya.

Dosa itu dapat kita ibaratkan seperti setitik tinta dan sepuluh titik tinta di satu kertas HVS yang bersih. Apakah mereka berbeda secara kuantitas? Jelas. Tapi intinya adalah, kedua hal tersebut telah menodai kertas HVS itu. Mulailah dari sekarang, meniti jalan ke surga.

Bertobatlah, karena Kerajaan Sorga sudah dekat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih Aloysius, Terimakasih Angkatan 2016

Untuk Kita Semua, Angkatan 2016 VIDEO ANGKATAN 2016: MPLS DAN MPS MPLS 2013-2014 MPS 2016              Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih. Hanya itu yang bisa saya berikan untuk sekolah Aloysius, terutama para guru dan teman-teman semuanya. Karena saya sudah menjadi bagian dari sekolah ini... selama 14 tahun. Bukan waktu yang singkat memang, ada banyak hal-hal dan kenangan baik maupun buruk yang saya dapatkan selama bersekolah disini. Tetapi jika diambil maknanya, semua ini semata-mata merupakan proses pembentukan saya, dari seseorang yang bukan siapa – siapa dan tidak tahu apapun menjadi seseorang yang lebih baik. Saya ingin berterimakasih pertama – tama untuk guru – guru ( TK sampai SMA, mungkin terlalu banyak jika harus disebutkan ), yang telah memberikan banyak hal dan pelajaran baik pendidikan akademis ataupun moral yang memang, telah mengubah karakter saya ataupun teman – teman semua. Terkadang, jasa para guru yang luar bias...

Kesuksesan

Kali ini saya akan menulis suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Lebih santai, dan bertema umum. Saya akan membahas dan meluruskan persepsi kita mengenai kesuksesan. Sebelum membahas kesuksesan itu sendiri, lebih baik kita bertanya pada diri kita sendiri: apa itu kesuksesan? Untuk seorang anak kecil, mungkin kesuksesan dapat mereka artikan seperti berhasil berjalan (untuk bayi menjelang batita mungkin), berhasil mendapat apa yang mereka inginkan dari orangtua, menjadi juara satu dalam lomba menyanyi dan sebagainya. Untuk seorang pelajar, kesuksesan bisa berarti mendapat nilai A atau sempurna secara terus menerus, mendapat predikat siswa terbaik dan memiliki banyak teman. Orangtua menganggap kesuksesan adalah ketika mereka memiliki harta dimana-mana (yang tidak terhitung lagi), punya rumah dan mobil mewah, pekerjaan terpandang, status terhormat, anak yang pintar dan lainnya. Masih banyak lagi definisi kesuksesan dalam masyarakat luas, dan kita semua pasti tahu kesuksesan seperti ...

Bersyukur Dibalik Penderitaan

Matthew Henry , seorang hamba Tuhan yang taat, selalu bersyukur setiap saat. Suatu hari, ia sedang dalam perjalanan pulang dari rumah salah seorang temannya, setelah mengikuti persekutuan doa. Saat ia sedang berjalan, tiba-tiba seorang pria merampok barang-barangnya. Dompet dan beberapa barang berharga lainnya diambil. Tetapi saat ditanya istrinya, dia hanya menjawab "Pertama, saya bersyukur karena saya belum pernah dirampok sebelumnya. Kedua, mereka mengambil dompet saya, tetapi bukan nyawa saya . Ketiga, meskipun mereka mengambil semua yang saya miliki, itu tidak banyak . Keempat, karena saya yang dirampok, bukan saya yang merampok ". Kita seringkali MENGELUH atas apa yang kita alami. Rasul Paulus berkata   "dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan namun tidak binasa." Mulailah BERSYUKUR atas segala yang kita miliki!