Di dunia ini, sekarang ini. Banyak sekali hal dan tantangan yang harus kita hadapi. Hal-hal duniawi cenderung lebih menarik, jauh lebih menarik, ketimbang hal-hal yang berbau rohani. Saat pertanyaan ini kita ajukan pada diri kita masing-masing: Kenapa hal duniawi itu bisa menjadi mayoritas dalam diri kita, ketimbang hal minoritas? Jawabannya pasti cepat sekali kita temukan. Menyenangkan, memuaskan, memberi suatu hasil yang instant dan cepat, dan sebagainya.
Apakah Allah menghendaki semuanya itu? Rasul Paulus pernah berkata, hiduplah didalam Roh, bukan didalam daging. Allah akan menyayangi anak-anak-Nya yang hidup didalam Roh. Banyak sekali buah-buah yang dapat kita petik seperti sukacita, kesabaran, dan sebagainya. Sedangkan jika kita hanya mengikuti nafsu duniawi saja, maka kita akan mendapat kesenangan secara jasmani dan instant, namun Allah tidak menyukai hal itu sama sekali.
Sebenarnya, hal duniawi dan perbuatan dosa itu sering kita lakukan sehari-hari, dan seringkali kita tidak sadari. Allah sangat membenci perbuatan dosa yang ada dalam diri manusia. Apakah menjelekkan dan memaki teman dosanya lebih kecil daripada seorang pembunuh? Jawabannya satu: SAMA SAJA! Allah tidak pernah mentoleransi setiap dosa yang kita perbuat. Bagi kita, sedikitpun dosa kita itu adalah kenajisan bagi-Nya.
Dosa itu dapat kita ibaratkan seperti setitik tinta dan sepuluh titik tinta di satu kertas HVS yang bersih. Apakah mereka berbeda secara kuantitas? Jelas. Tapi intinya adalah, kedua hal tersebut telah menodai kertas HVS itu. Mulailah dari sekarang, meniti jalan ke surga.
Bertobatlah, karena Kerajaan Sorga sudah dekat!
Apakah Allah menghendaki semuanya itu? Rasul Paulus pernah berkata, hiduplah didalam Roh, bukan didalam daging. Allah akan menyayangi anak-anak-Nya yang hidup didalam Roh. Banyak sekali buah-buah yang dapat kita petik seperti sukacita, kesabaran, dan sebagainya. Sedangkan jika kita hanya mengikuti nafsu duniawi saja, maka kita akan mendapat kesenangan secara jasmani dan instant, namun Allah tidak menyukai hal itu sama sekali.
Sebenarnya, hal duniawi dan perbuatan dosa itu sering kita lakukan sehari-hari, dan seringkali kita tidak sadari. Allah sangat membenci perbuatan dosa yang ada dalam diri manusia. Apakah menjelekkan dan memaki teman dosanya lebih kecil daripada seorang pembunuh? Jawabannya satu: SAMA SAJA! Allah tidak pernah mentoleransi setiap dosa yang kita perbuat. Bagi kita, sedikitpun dosa kita itu adalah kenajisan bagi-Nya.
Dosa itu dapat kita ibaratkan seperti setitik tinta dan sepuluh titik tinta di satu kertas HVS yang bersih. Apakah mereka berbeda secara kuantitas? Jelas. Tapi intinya adalah, kedua hal tersebut telah menodai kertas HVS itu. Mulailah dari sekarang, meniti jalan ke surga.
Bertobatlah, karena Kerajaan Sorga sudah dekat!
Komentar
Posting Komentar