Jujur, saya sebagai manusia tentu pernah merasa kesepian. Semua orang *mungkin* pernah ngerasain yang namanya kesepian, sendiri, ato masa-masa dimana kita bingung hidup kita ini buat apa sih? Apapun yang kita lakuin kaya ga ada artinya buat orang lain. Menurut kita baik, tapi mungkin orang lain ga sependapat. Ini masalah yang sebenarnya ga sulit, tapi terus kita ulangi karena banyak hal. Itu bisa karena kita lagi dalam tekanan, ato apapun itu yang buat perasaan kita ga enak, dan hal-hal baik yang kita lakuin mungkin bakal jadi buruk di pikiran kita. Kadang waktu kita kesepian inilah, kita mulai merenungi banyak hal dan terkadang memandang orang yang lebih dari kita.
Saya pribadi udah sering dengar yang namanya: Kenapa sih ada si kaya dan si miskin? Ato si populer dan si ansos? Kenapa hidup saya mengecewakan? Well, kita ga akan pernah abis kalau ngomongin ini terus. Kalau kita jadi orang yang jarang bersyukur dan menuntut lebih terus menerus, itu bakal buat kita semakin tertekan dan nambah beban kita. Makin besar tuntutannya, makin besar perjuangannya betul? Jelas itu hukum alam. Yang jadi masalah, ga semua orang itu sadar akan hal ini, dan mereka terus menerus menuntut tanpa mastiin satu hal, apa sih tujuan mereka?
Banyak orang sibuk bekerja, ninggalin anaknya, sampe lupa kalo mereka bekerja untuk bikin bahagia keluarganya. Tapi karena udah terlalu sibuk sama kerjaannya, habislah waktu sama keluarga dan itu yang buat keluarga bukan bahagia, malah bikin tambah terpuruk misalnya anak kesepian, ato hal lainnya. Udah banyak banget contoh keluarga yang pisah karena kesibukan individu masing-masing orangtua, terlalu terobsesi mendapatkan banyak uang. Dan setelah mereka sadar kalau uang ga bisa beli kebahagiaan, barulah sadar kalau mereka selama ini telah keluar dari jalurnya.
Di sisi lain, ada juga orang yang berkekurangan terkadang iri terhadap kehidupan orang-orang kaya. Mereka mengeluh dan mengeluh, kenapa dunia ini harus ga adil sih sama semua orang? Padahal, orang-orang ini punya keluarga yang harmonis, tiap hari berkumpul dan tukar pikiran dengan keadaan yang sederhana dan apa adanya, tapi banyak yang tidak mensyukurinya.
Selain itu, remaja sering minder dengan kemampuan bakat dan lainnya itu. Ada yang minder ga bisa musik, nilai jelek, kurang teman, dan lainnya. Sebenernya apa sih penyebabnya? Sejujurnya, yang jadi masalah disini bukan keadilan yang didapat setiap orang. Tapi yang harus ditekankan itu: Seberapa besar rasa syukur dan besar hati kita.
Sulit, bisa iya bisa tidak. Tergantung kita yang mulai. Kita mau bersyukur, atau mau mengikuti dunia ini dan terus bersungut atas semuanya? Yang terpenting dari sesuatu itu maknanya, bukan jumlahnya. Bukan masalah seberapa banyak uang yang kita dapat. Bukan masalah seberapa banyak teman yang kita dapat. Bukan masalah seberapa berpengaruhnya beragama buat kita. Seperti ada ungkapan "1 sahabat lebih baik daripada 1000 teman". Balik lagi semuanya itu ke kita pribadi. Kita menganggap itu keterbatasan, atau sesuatu yang berlebih. Kita menganggap itu kurang, atau cukup. Setiap manusia diciptakan dengan banyak kekurangan, agar kita bisa belajar bahwa hidup ini benar-benar tidak ada yang sempurna.
Lewat pengalaman orang lain, kita bisa belajar banyak hal sebelum kita tertimpa hal buruk yang ga diharepin. Tapi kita juga bisa share sama orang lain tentang diri kita, pengalaman kita, cara pandang kita dan membangun orang lain. Mulailah dari sekarang, sadarin banyak orang kalo kita harus mulai merasa puas dengan hidup ini, karena Tuhan kasih ke kita untuk disyukuri dan dibagikan, bukan untuk ambisi dan kesenangan pribadi kita. Hidup tidak ada habisnya, asal.... kita bersyukur dan berbagi :)
Komentar
Posting Komentar