Langsung ke konten utama

Attitude Is Everything

Sebenarnya, apa sih Attitude itu? Attitude atau sikap, memiliki pengertian yang sama yaitu perilaku yang dihasilkan dari cara berpikir seseorang. Bagaimana seseorang bertindak, bagaimana seseorang berkata-kata, itu semua merupakan sikap yang semuanya berasal dari apa yang orang tersebut pikirkan. Dalam konteks kali ini, ada tiga poin yang penting yang harus kita perhatikan mengenai Attitude dalam diri kita yaitu:
  • Sikap terhadap sesama
Hal ini seringkali menjadi masalah umum bagi semua orang. Kadang kita memandang sesama kita dengan cara yang berbeda (terkadang kita bersikap seperti merendahkan karena lawan bicara kita orang yang kita anggap aneh, bodoh, miskin, tetapi di satu sisi kita terkadang meninggikan lawan bicara kita karena status sosialnya yang baik seperti kaya, punya banyak kemampuan, terkenal). Hal ini yang harus kita pikirkan, apakah cara kita memandang sesama kita telah sesuai dengan kehendak Tuhan?
  • Sikap terhadap diri sendiri
Poin ini membahas tentang bagaimana kita menyikapi kondisi diri kita sendiri? Apakah kita menyikapi kegagalan sebagai suatu akhir, atau awal dari segalanya? Dalam suatu kondisi yang sama, sikap kita meresponi suatu kondisi akan menghasilkan output yang berbeda. 
  • Sikap terhadap Tuhan
Sebagai contoh, ada yang menganggap praise and worship hanya sebagai nyanyian, tapi ada yang menganggap itu sebagai relasi dengan Tuhan.

Kenapa sebenarnya sikap itu penting? Beberapa hal yang menunjukkan betapa pentingnya sikap tersebut adalah:

  • Menentukan jalan hidup yang akan kita tempuh (Memilih menjadi baik atau jahat, menjadi jujur atau tidak. Bagaimana kita dikenal di masyarakat sebagai orang yang jujur atau seorang penipu, itu semua tergantung dari sikap dan pilihan kita).
Ketika kita memilih suatu jalan, akan terbuka pintu untuk bertemu dengan orang-orang yang sesuai dengan jalan yang kita pilih. Untuk membuat jalan hidup yang kita pilih adalah baik, kita harus memiliki sikap yang baik, dan sikap tersebut harus dimulai dari cara pikir kita!
  • Dapat merubah sesuatu yang negatif menjadi positif, atau positif menjadi negatif.
Contoh hal negatif yang menjadi positif karena sikap yang baik: 
Dalam Kejadian 50:18-21 diceritakan bahwa Yusuf menjadi budak selama 17 tahun, dan ia dibuang oleh saudara-saudaranyanya. Ia difitnah memperkosa, dan dipenjara. Tapi Yusuf tetap memiliki sikap yang baik, tetap melihat Tuhan dalam keadaan negatif tersebut sebagai pertolongan dan kekuatan. Akhirnya ia dipercaya menjadi orang yang luar biasa dan ia menjadi orang kepercayaan dalam kerajaan (Yusuf dapat merubah hal yang negatif menjadi positif dengan sikapnya). Saat saudara-saudara yang membuangnya datang kepada Yusuf dalam keadaan sulit, Yusuf berkata pada saudara-saudaranya bahwa Tuhan bekerja lewat kejahatan saudara-saudaranyanya. Namun Yusuf tetap mengasihi saudara-saudara yang telah membuang dia, dan Yusuf bersedia menanggung hidup dan makan mereka serta anak-anaknya. Padahal Yusuf memiliki pilihan untuk membuang dan tidak mengacuhkan saudaranya. Disinilah sikap Yusuf menunjukkan suatu kepositifan yang luar biasa.  Yusuf yang awalnya seorang budak kemudian mati sebagai orang luar biasa. Tapi Simson, dalam bagian lain didalam alkitab, diceritakan bahwa dia memiliki segalanya tapi ia mati sebagai budak. Tuhan mereka berdua sama, tetapi kenapa hasilnya beda? Disinilah bagaimana kita memandang hidup dan sikap kita yang menentukan. Tuhan selalu memberikan berkat yang baru setiap hari, tetapi masalahnya adalah apakah kita bisa melihat hal itu atau kita malah sibuk mengeluh terhadap kondisi yang ada? Berkat akan selalu ada, tapi bagaimana sikap kita terhadap berkat tersebut, itulah yang akan menentukan hidup kita.
  • Sikap adalah penentu keberhasilan
Walaupun kita memiliki bakat sebesar apapun, kemampuan sebaik apapun, tapi jika attitude kita buruk semua itu akan percuma dan pada akhirnya hanya kehancuran dan kegagalanlah yang tersisa. Penggambaran hubungan antara kemampuan dan sikap terhadap outputnya tergambar dalam ilustrasi berikut:
Kemampuan + sikap - : gagal
Kemampuan - sikap + : berhasil
Kemampuan + sikap + : booming
"Kalau kita tidak punya modal, pastikan kita punya sikap yang baik" maka semuanya akan berakhir menjadi luar biasa!
  • Sikap kita menceritakan Tuhan
Di dunia ini, kita bertindak seolah-olah seperti salesman Tuhan, yang sedang menjual "produk" berupa pribadi Tuhan Yesus lewat kabar baik dan firmanNya secara gratis. Permasalahannya adalah berapa banyak orang yang "beli Yesus" lewat diri kita? (bukan membeli secara harafiah, namun berapa banyak orang yang mau menerima Yesus lewat diri dan pemberitaan injil kita?)

Walaupun gratis, banyak orang yang tidak mau menerima dan tidak tertarik karena attitude anak Tuhan menjadi kuncinya. Attitude dapat menentukan apakah cerita kita tentang Tuhan kepada orang lain akan berhasil. Contohnya, ketika orang mendengar firman Tuhan melalui Nick Vujicic, orang-orang akan menjadi tertarik karena melihat attitude dari seorang Nick Vujicic. Ia menjadi seseorang yang luar biasa untuk memberitakan kabar Tuhan, menjadi satu contoh orang yang memiliki attitude yang baik walaupun dalam kondisi kekurangan fisik yang mungkin, orang lain tidak akan sanggup melewatinya. Tetapi apakah kita bisa seperti dia? Dengan kondisi kita yang lebih baik dari Nick, apakah kita mampu menjadi salesman Tuhan yang luar biasa?

Ada suatu cerita mengenai Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang sangat berpengaruh di India. Suatu hari ia hendak masuk kedalam gereja. Tetapi singkat cerita, orang-orang yang berada didalam gereja semuanya memakai pakaian yang rapi seperti dasi dll. Mereka (uma gereja) melarang Gandhi untuk masuk karena pakaiannya yang jelek dan tidak sesuai dengan mereka. Akhirnya setelah kejadian itu, Gandhi memberikan sebuah statement yang sangat menyadarkan umat Kristen:
I like your Christ, I do not like your Christians. 
Tuhan memang selalu luar biasa, tapi umat Tuhan seringkali tidak mencerminkan demikian. Inilah yang membuat orang enggan untuk mendengarkan injil Tuhan melalui kita. Maka attitude kita menjadi sangat penting untuk kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan.

Setelah membahas mengenai betapa pentingnya attitude didalam hidup kita, terutama dalam hal Kekristenan, kita harus tahu cara untuk membangun attitude yang baik. Poin-poin yang harus kita cermati adalah:
  • Menyadari bahwa attitude kita tidak baik.
Seringkali kita merasa bahwa diri kita sudah tidak perlu lagi berubah, dan meraasa diri sudah perfect! Tetapi hal itu merupakan cara pandang yang sangat keliru. Kita harus selalu sadar bahwa kita perlu dirubah, menyadari kehendak Allah, mana hal yang berkenan bagi Tuhan. Ketika kita menyadari hal ini, maka kita dapat berlanjut kedalam poin berikutnya.
  • Membangun attitude yang baik
Cara kita membangun attitude yang baik tercantum dalam kitab Roma 12:2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Tetapi permasalahannya timbul didalam kitab Amsal 21:2 yaitu: Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Setelah mengetahui semua hal tersebut, sebagai anak Tuhan ada hal-hal yang harus kita lakukan mulai dari sekarang yaitu:

  • Menyadari sikap sebagai seseorang yang lahir baru
Dasar dari poin ini adalah kitab 2 Korintus 5:17: jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 

Kita semua pada dasarnya seperti kain yang tidak berwarna, yang belum dibentuk menjadi pakaian, atau dalam penggambaran yang lain pada awalnya kita adalah sesuatu yang kotor, banyak dosa, dan memiliki masa lalu yang buruk. Tetapi lewat pekerjaan Tuhan, seperti kain yang dicelup kedalam pewarna dan dijahit (hidup didalam Yesus): kita keluar sebagai pribadi yang baru, pribadi yang sudah sempurna karena Tuhan mengubahkan kita. Dimanakah pribadi kita yang lama? Semuanya sudah selesai di salib Yesus, dan hal itu tidak akan dipermasalahkan kembali jika kita sudah menerima Yesus secara penuh dalam hati kita. Maka bersikaplah sebagai pribadi yang baru yang dilahirkan kembali, yang lama sudah mati (lahir baru). Kehidupan kita yang lama tidak perlu dipikirkan kembali!

Kitab Efesus 5:8: Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak2 terang.

Kitab Roma 8:14-16: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!". Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 

Kitab Matius 5:17-19: Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Fullfill, complete)Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

The message: I am not here to demolish but complete. I am going to put it all together, dan melihatnya dalam sudut pandang Tuhan.

Sikap inilah yang harus kita perbaiki. Contohnya, sikap kita terhadap perpuluhan. Perpuluhan bukanlah uang "preman", yang kalau tidak dibayarkan maka kesehatan kita akan terancam, bisnis terguncang. Tuhan bukan preman!

Didalam Kitab Yohanes 3:3 tertulis: Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Anak-anak Allah memberi dengan sukacita karena kita telah lahir baru dan kita melihat dari sudut pandang Allah dan bukan dengan terpaksa. Kita harus belajar hidup benar, dan menjaga kekudusan bukan karena ketakutan tapi karena kita Anak Allah yang menginginkan kekudusan!

Orang yang tidak mengenal Tuhan, ketika ia jatuh maka ia akan mengutuki Tuhan dan menjelekkan Tuhan. Tetapi dengan sikap lahir baru akan timbul keyakinan bahwa Tuhan pasti menopang kehidupan kita. Kita memang memalukan Tuhan lewat masa lalu kita, tapi Tuhan tidak akan membuang kita. Kita hidup dalam Tuhan bukan lagi karena pemaksaan, tetapi hanya seata-mata karena keinginan atas sukacita anugerah Tuhan! Bayangkan, Tuhan mengajarkan kita untuk melakukan pengampunan lebih dari 70x7.  Namun Tuhan pasti melakukannya lebih dari jumlah tersebut karena betapa besar cintanya untuk kita. Berapa kalipun kita bersalah, bagaimanapun masa lalu kita, ketika kita datang maka Tuhan pasti mengampuni dan memeluk kita. Maka mari kita nikmati Tuhan, karena Tuhan akan mengajarkan hukum Taurat didalam hidup kita bukan atas dasar ketakutan kita, tetapi dengan kasih karunia, anugerah, dan sukacita. 

Doa dan pujian akan menjadi menyenangkan jika attitude kita berubah, karena kita mendalami semua yang kita kerjakan melalui sudut pandang Tuhan.
  • Hiduplah dalam komunitas yang baik
Kita harus mau mendengar feedback dari komunitas kita, dan jangan menjadi sensitif serta marah jika komunitas tersebut akan merubah kita untuk memiliki attitude yang baik.

Kitab Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi"

Kitab Kolose 3:23 "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
  • Latih perubahan sikap secara rutin 
Hendaknya perubahan sikap kita tanamkan mulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil seperti mendahulukan yang senior naik lift, senyum kepada orang-orang, dan be helpful for the others.

Sebagai penutup, ada sebuah lagu yang dapat menjadi penutup renungan hari ini. Tuhan Yesus berkati kita semua. (Sari Simorangkir, dalam anugeragMu)
https://www.youtube.com/watch?v=EgA1qlSFh24

(Khotbah oleh pendeta Andy Setiawan, City Light Community Church, 4 November 2018)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih Aloysius, Terimakasih Angkatan 2016

Untuk Kita Semua, Angkatan 2016 VIDEO ANGKATAN 2016: MPLS DAN MPS MPLS 2013-2014 MPS 2016              Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih. Hanya itu yang bisa saya berikan untuk sekolah Aloysius, terutama para guru dan teman-teman semuanya. Karena saya sudah menjadi bagian dari sekolah ini... selama 14 tahun. Bukan waktu yang singkat memang, ada banyak hal-hal dan kenangan baik maupun buruk yang saya dapatkan selama bersekolah disini. Tetapi jika diambil maknanya, semua ini semata-mata merupakan proses pembentukan saya, dari seseorang yang bukan siapa – siapa dan tidak tahu apapun menjadi seseorang yang lebih baik. Saya ingin berterimakasih pertama – tama untuk guru – guru ( TK sampai SMA, mungkin terlalu banyak jika harus disebutkan ), yang telah memberikan banyak hal dan pelajaran baik pendidikan akademis ataupun moral yang memang, telah mengubah karakter saya ataupun teman – teman semua. Terkadang, jasa para guru yang luar bias...

Melawan Lupa

Mazmur 77:12-21; 103:2 Terdapat dua penyakit lupa pada manusia,  yaitu amnesia  (gangguan memori) dan demensia (disertai gangguan kognitif, mengurangi kemampuan untuk mengerjakan sesuatu. Demensia sendiri dibagi menjadi dua yaitu alzheimer dan demensia vaskuler. Itu hanyalah beberapa contoh penjelasan singkat mengenai penyakit lupa yang menimpa manusia. Sebenarnya lupa tidak hanya menyerang orang lanjut usia dan berbentuk penyakit, tapi bisa terjadi pada orang biasa seperti: lupa main game (terus-menerus dan lupa waktu), lupa utang, lupa istri, lupa suami, lupa anak, dan lainnya. Lupa adalah penyakit serius , tetapi ada juga yang memiliki dampak positif seperti: lupa disakiti, dan lupa akan kesalahan orang lain; walaupun lebih banyak yang memiliki dampak negatifnya. Ada satu penyakit lupa yang berbahaya dan harus kita hindari, yaitu lupa kepada Tuhan. Lupa akan kasih setiaNya, kebaikanNya, penyertaanNya. Bukan saja berbahaya, tapi penyakit ini bisa berpengaruh pa...

Kesuksesan

Kali ini saya akan menulis suatu hal yang berbeda dari hal sebelumnya. Lebih santai, dan bertema umum. Saya akan membahas dan meluruskan persepsi kita mengenai kesuksesan. Sebelum membahas kesuksesan itu sendiri, lebih baik kita bertanya pada diri kita sendiri: apa itu kesuksesan? Untuk seorang anak kecil, mungkin kesuksesan dapat mereka artikan seperti berhasil berjalan (untuk bayi menjelang batita mungkin), berhasil mendapat apa yang mereka inginkan dari orangtua, menjadi juara satu dalam lomba menyanyi dan sebagainya. Untuk seorang pelajar, kesuksesan bisa berarti mendapat nilai A atau sempurna secara terus menerus, mendapat predikat siswa terbaik dan memiliki banyak teman. Orangtua menganggap kesuksesan adalah ketika mereka memiliki harta dimana-mana (yang tidak terhitung lagi), punya rumah dan mobil mewah, pekerjaan terpandang, status terhormat, anak yang pintar dan lainnya. Masih banyak lagi definisi kesuksesan dalam masyarakat luas, dan kita semua pasti tahu kesuksesan seperti ...