Sebenarnya, apa sih Attitude itu? Attitude atau sikap, memiliki pengertian yang sama yaitu perilaku yang dihasilkan dari cara berpikir seseorang. Bagaimana seseorang bertindak, bagaimana seseorang berkata-kata, itu semua merupakan sikap yang semuanya berasal dari apa yang orang tersebut pikirkan. Dalam konteks kali ini, ada tiga poin yang penting yang harus kita perhatikan mengenai Attitude dalam diri kita yaitu:
- Sikap terhadap sesama
- Sikap terhadap diri sendiri
- Sikap terhadap Tuhan
Kenapa sebenarnya sikap itu penting? Beberapa hal yang menunjukkan betapa pentingnya sikap tersebut adalah:
Dalam Kejadian 50:18-21 diceritakan bahwa Yusuf menjadi budak selama 17 tahun, dan ia dibuang oleh saudara-saudaranyanya. Ia difitnah memperkosa, dan dipenjara. Tapi Yusuf tetap memiliki sikap yang baik, tetap melihat Tuhan dalam keadaan negatif tersebut sebagai pertolongan dan kekuatan. Akhirnya ia dipercaya menjadi orang yang luar biasa dan ia menjadi orang kepercayaan dalam kerajaan (Yusuf dapat merubah hal yang negatif menjadi positif dengan sikapnya). Saat saudara-saudara yang membuangnya datang kepada Yusuf dalam keadaan sulit, Yusuf berkata pada saudara-saudaranya bahwa Tuhan bekerja lewat kejahatan saudara-saudaranyanya. Namun Yusuf tetap mengasihi saudara-saudara yang telah membuang dia, dan Yusuf bersedia menanggung hidup dan makan mereka serta anak-anaknya. Padahal Yusuf memiliki pilihan untuk membuang dan tidak mengacuhkan saudaranya. Disinilah sikap Yusuf menunjukkan suatu kepositifan yang luar biasa. Yusuf yang awalnya seorang budak kemudian mati sebagai orang luar biasa. Tapi Simson, dalam bagian lain didalam alkitab, diceritakan bahwa dia memiliki segalanya tapi ia mati sebagai budak. Tuhan mereka berdua sama, tetapi kenapa hasilnya beda? Disinilah bagaimana kita memandang hidup dan sikap kita yang menentukan. Tuhan selalu memberikan berkat yang baru setiap hari, tetapi masalahnya adalah apakah kita bisa melihat hal itu atau kita malah sibuk mengeluh terhadap kondisi yang ada? Berkat akan selalu ada, tapi bagaimana sikap kita terhadap berkat tersebut, itulah yang akan menentukan hidup kita.
- Menentukan jalan hidup yang akan kita tempuh (Memilih menjadi baik atau jahat, menjadi jujur atau tidak. Bagaimana kita dikenal di masyarakat sebagai orang yang jujur atau seorang penipu, itu semua tergantung dari sikap dan pilihan kita).
- Dapat merubah sesuatu yang negatif menjadi positif, atau positif menjadi negatif.
- Sikap adalah penentu keberhasilan
Kemampuan + sikap - : gagal
Kemampuan - sikap + : berhasil
Kemampuan + sikap + : booming
"Kalau kita tidak punya modal, pastikan kita punya sikap yang baik" maka semuanya akan berakhir menjadi luar biasa!
- Sikap kita menceritakan Tuhan
Walaupun gratis, banyak orang yang tidak mau menerima dan tidak tertarik karena attitude anak Tuhan menjadi kuncinya. Attitude dapat menentukan apakah cerita kita tentang Tuhan kepada orang lain akan berhasil. Contohnya, ketika orang mendengar firman Tuhan melalui Nick Vujicic, orang-orang akan menjadi tertarik karena melihat attitude dari seorang Nick Vujicic. Ia menjadi seseorang yang luar biasa untuk memberitakan kabar Tuhan, menjadi satu contoh orang yang memiliki attitude yang baik walaupun dalam kondisi kekurangan fisik yang mungkin, orang lain tidak akan sanggup melewatinya. Tetapi apakah kita bisa seperti dia? Dengan kondisi kita yang lebih baik dari Nick, apakah kita mampu menjadi salesman Tuhan yang luar biasa?
Ada suatu cerita mengenai Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang sangat berpengaruh di India. Suatu hari ia hendak masuk kedalam gereja. Tetapi singkat cerita, orang-orang yang berada didalam gereja semuanya memakai pakaian yang rapi seperti dasi dll. Mereka (uma gereja) melarang Gandhi untuk masuk karena pakaiannya yang jelek dan tidak sesuai dengan mereka. Akhirnya setelah kejadian itu, Gandhi memberikan sebuah statement yang sangat menyadarkan umat Kristen:
I like your Christ, I do not like your Christians.Tuhan memang selalu luar biasa, tapi umat Tuhan seringkali tidak mencerminkan demikian. Inilah yang membuat orang enggan untuk mendengarkan injil Tuhan melalui kita. Maka attitude kita menjadi sangat penting untuk kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan.
Setelah membahas mengenai betapa pentingnya attitude didalam hidup kita, terutama dalam hal Kekristenan, kita harus tahu cara untuk membangun attitude yang baik. Poin-poin yang harus kita cermati adalah:
- Menyadari bahwa attitude kita tidak baik.
- Membangun attitude yang baik
Setelah mengetahui semua hal tersebut, sebagai anak Tuhan ada hal-hal yang harus kita lakukan mulai dari sekarang yaitu:
- Menyadari sikap sebagai seseorang yang lahir baru
Kita semua pada dasarnya seperti kain yang tidak berwarna, yang belum dibentuk menjadi pakaian, atau dalam penggambaran yang lain pada awalnya kita adalah sesuatu yang kotor, banyak dosa, dan memiliki masa lalu yang buruk. Tetapi lewat pekerjaan Tuhan, seperti kain yang dicelup kedalam pewarna dan dijahit (hidup didalam Yesus): kita keluar sebagai pribadi yang baru, pribadi yang sudah sempurna karena Tuhan mengubahkan kita. Dimanakah pribadi kita yang lama? Semuanya sudah selesai di salib Yesus, dan hal itu tidak akan dipermasalahkan kembali jika kita sudah menerima Yesus secara penuh dalam hati kita. Maka bersikaplah sebagai pribadi yang baru yang dilahirkan kembali, yang lama sudah mati (lahir baru). Kehidupan kita yang lama tidak perlu dipikirkan kembali!
Kitab Efesus 5:8: Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak2 terang.
Kitab Roma 8:14-16: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!". Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Kitab Matius 5:17-19: Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Fullfill, complete)Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
The message: I am not here to demolish but complete. I am going to put it all together, dan melihatnya dalam sudut pandang Tuhan.
Sikap inilah yang harus kita perbaiki. Contohnya, sikap kita terhadap perpuluhan. Perpuluhan bukanlah uang "preman", yang kalau tidak dibayarkan maka kesehatan kita akan terancam, bisnis terguncang. Tuhan bukan preman!
Didalam Kitab Yohanes 3:3 tertulis: Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
Anak-anak Allah memberi dengan sukacita karena kita telah lahir baru dan kita melihat dari sudut pandang Allah dan bukan dengan terpaksa. Kita harus belajar hidup benar, dan menjaga kekudusan bukan karena ketakutan tapi karena kita Anak Allah yang menginginkan kekudusan!
Orang yang tidak mengenal Tuhan, ketika ia jatuh maka ia akan mengutuki Tuhan dan menjelekkan Tuhan. Tetapi dengan sikap lahir baru akan timbul keyakinan bahwa Tuhan pasti menopang kehidupan kita. Kita memang memalukan Tuhan lewat masa lalu kita, tapi Tuhan tidak akan membuang kita. Kita hidup dalam Tuhan bukan lagi karena pemaksaan, tetapi hanya seata-mata karena keinginan atas sukacita anugerah Tuhan! Bayangkan, Tuhan mengajarkan kita untuk melakukan pengampunan lebih dari 70x7. Namun Tuhan pasti melakukannya lebih dari jumlah tersebut karena betapa besar cintanya untuk kita. Berapa kalipun kita bersalah, bagaimanapun masa lalu kita, ketika kita datang maka Tuhan pasti mengampuni dan memeluk kita. Maka mari kita nikmati Tuhan, karena Tuhan akan mengajarkan hukum Taurat didalam hidup kita bukan atas dasar ketakutan kita, tetapi dengan kasih karunia, anugerah, dan sukacita.
Doa dan pujian akan menjadi menyenangkan jika attitude kita berubah, karena kita mendalami semua yang kita kerjakan melalui sudut pandang Tuhan.
- Hiduplah dalam komunitas yang baik
Kitab Matius 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi"
Kitab Kolose 3:23 "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Sebagai penutup, ada sebuah lagu yang dapat menjadi penutup renungan hari ini. Tuhan Yesus berkati kita semua. (Sari Simorangkir, dalam anugeragMu)
https://www.youtube.com/watch?v=EgA1qlSFh24
(Khotbah oleh pendeta Andy Setiawan, City Light Community Church, 4 November 2018)
- Latih perubahan sikap secara rutin
Sebagai penutup, ada sebuah lagu yang dapat menjadi penutup renungan hari ini. Tuhan Yesus berkati kita semua. (Sari Simorangkir, dalam anugeragMu)
https://www.youtube.com/watch?v=EgA1qlSFh24
(Khotbah oleh pendeta Andy Setiawan, City Light Community Church, 4 November 2018)
Komentar
Posting Komentar