Langsung ke konten utama

Postingan

Komitmen Diri Kepada Tuhan

Setiap kita, pasti adalah manusia biasa. Kita hanyalah makhluk yang tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan akan dunia ini. Lalu, siapakah yang bisa untuk melakukan segala sesuatunya? Menjadi pemimpin akan dunia yang gelap ini? Jawabannya hanya satu: Tuhan Yesus Kristus. Setelah saya cari sekian lama, hal apa yang membuat saya awalnya percaya pada Kristus? Kematian . Bagi kita, terutama anak-anak dan remaja, hal ini tampaknya tidak pernah kita pikirkan dan renungkan secara sungguh-sungguh. Kematian, ya hanya proses kita mengalami kematian tubuh, tidak bergerak dan tidak bernafas. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana dengan roh kita? Jiwa yang selama ini melekat dalam diri kita.. Inilah yang saya renungkan dengan sungguh-sungguh. Kemanakah roh kita setelah kita mati. Dan satu ayat yang telah menjawab pertanyaan tersebut ada didalam Yohanes 11:25-26 "...Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan se...

Jalan Yang Benar

Pada suatu malam berkabut , seorang sopir taksi sedang mengendarai kendaraannya, mencari orang yang hendak memakai jasanya. Dan setelah berputar selama 10 menit di suatu daerah, ia mendapatkan seorang penumpang laki-laki. Pakaiannya rapi, dan sangat kelihatan bahwa beliau adalah orang penting dalam suatu perusahaan. "Antarkan saya ke tempat ini", kata orang itu sambil menunjukkan secarik kertas pada sopir tersebut. "Tentunya dengan jalan tercepat, karena saya buru-buru". Sopir itu mulai menjalankan taksinya dan mencari jalan tercepat menuju tujuan itu. Satu, dua, tiga belokan ia lewati. Tetapi ketika beberapa belokan setelahnya, sang sopir sadar bahwa ia telah mengambil jalan yang salah.  Jika ia teruskan melewati jalan itu, ia tidak terlalu hafal dengan arah yang akan ditempuhnya. Sedangkan ia tidak bisa berputar balik karena jalan tersebut hanya satu arah. Melihat sopir tersebut kebingungan, dan ia tahu persis apa yang dipikirkannya, ia menyodorkan peta digita...

Iman Anak Allah

Ketika kita menemukan 2 lembar uang di tengah jalan. Yang satu bernilai seribu rupiah, sedangkan yang satunya bernilai seratus ribu rupiah. Tapi, uang seratus ribu rupiah tersebut tampak kotor, telah terinjak oleh banyak pejalan kaki yang melintasi tempat itu. Sedangkan uang seribu disebelahnya, tampak bersih dan belum terinjak. Ketika Anda diberi pilihan untuk mengambil salah satu dari keduanya, manakah yang akan Anda ambil? Tentu, hampir semua orang akan memungut dan mengantongi uang seratus ribu yang telah terinjak-injak. Pertanyaannya adalah MENGAPA? Itu adalah sifat dasar manusia. Mirip dengan sikap Allah terhadap kita, tapi kita memiliki sifat dasar yang berbeda. Ketika Ia dihadapkan pada dua orang manusia. Yang satunya berkedudukan tinggi, terpandang di dunia, seorang yang banyak hartanya, dan tidak pernah tercela sedikitpun. Tetapi ia mengalami kekeringan rohani dan tidak mempunyai iman akan Anak-Nya. Yang seorang lagi, ia seorang miskin, tidak mempunyai apapun dan hidup hany...

Rencana Indah-Nya

Sebuah keluarga tinggal di tepi kota, jauh dari pusat keramaian. Keluarga ini memiliki seorang anak lelaki, dan kedua orangtuanya mempunyai penghasilan yang kecil. Suatu hari, sang anak meminta sepotong kue kepada kedua orangtuanya,"Aku ingin sepotong kue . Aku mohon Ayah, Ibu. Hanya sekali dalam seumur hidupku." Tetapi kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala mereka, dan sang anak pergi berlalu. Hari berikutnya, anak kecil ini kembali kepada orangtuanya dan meminta hal yang sama. "Apakah kali ini aku boleh mendapatkannya? Hanya sepotong kecil saja.". Dan kedua orangtuanya merespon dengan cara yang sama. Menggelengkan kepala mereka.. Anak ini sedih dan berpikir bahwa kedua orangtuanya sudah tidak menyayanginya lagi. Sampai beberapa hari kemudian, ia memutuskan untuk bertanya,"Ayah, Ibu. Apakah kalian berdua menyayangiku? Kalau begitu, mengapa aku tidak  boleh mendapatkan kue tersebut?". Kedua orangtuanya terdiam dan tidak menjawab apa-apa. Anak ...

Bersyukur Dibalik Penderitaan

Matthew Henry , seorang hamba Tuhan yang taat, selalu bersyukur setiap saat. Suatu hari, ia sedang dalam perjalanan pulang dari rumah salah seorang temannya, setelah mengikuti persekutuan doa. Saat ia sedang berjalan, tiba-tiba seorang pria merampok barang-barangnya. Dompet dan beberapa barang berharga lainnya diambil. Tetapi saat ditanya istrinya, dia hanya menjawab "Pertama, saya bersyukur karena saya belum pernah dirampok sebelumnya. Kedua, mereka mengambil dompet saya, tetapi bukan nyawa saya . Ketiga, meskipun mereka mengambil semua yang saya miliki, itu tidak banyak . Keempat, karena saya yang dirampok, bukan saya yang merampok ". Kita seringkali MENGELUH atas apa yang kita alami. Rasul Paulus berkata   "dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan namun tidak binasa." Mulailah BERSYUKUR atas segala yang kita miliki!